routing

Konfigurasi Routing OSPF MikroTik (Single Area)

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk mengkonfigurasi Routing OSPF

sebelumnya apasih Routing OSPF itu?

OSPF (Open Shortest Path First) adalah sebuah routing protocol standart terbuka yang telah banyak diimplementasikan oleh sejumlah vendor telekomunikasi dunia. OSPF termasuk dalam kategori Interior Gateway Protocol yang hanya digunakan untuk kebutuhan routing antar router dalam internal vendor telekomunikasi.

OSPF memiliki sebuah Autonomous System (AS) yang berfungsi untuk mengelompokkan router-router yang akan berada dalam satu kendali dan satu strategi routing yang sama.

 

Kelebihan OSPF

  • Tidak menghasilkan routing loop
  • Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
  • Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
  • Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
  • Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat

 

Kekurangan OSPF

  • Membutuhkan basis data yang besar
  • Lebih rumit

 

  • Topologi

 

  • Konfigurasi

Router 1

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] >> ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether2
[admin@MikroTik] >> ip address add address=30.30.30.2/24 interface=ether4

 

Router 2

[admin@MikroTik] > ip address add address=172.16.1.1/24 interface=ether6
[admin@MikroTik] >> ip address add address=172.16.2.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] >> ip address add address=10.10.10.2/24 interface=ether2
[admin@MikroTik] >> ip address add address=20.20.20.1/24 interface=ether3

 

Router 3

[admin@MikroTik] > ip address add address=20.20.20.2/24 interface=ether3
[admin@MikroTik] >> ip address add address=30.30.30.1/24 interface=ether4
[admin@MikroTik] >> ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether1

 

Router 1

[admin@MikroTik] >> interface bridge add name=loopback
[admin@MikroTik] >> ip address add address=1.1.1.1/32 interface=loopback
[admin@MikroTik] >> routing ospf instance set 0 router-id=1.1.1.1

 

Router 2

[admin@MikroTik] >> interface bridge add name=loopback
[admin@MikroTik] >> ip address add address=2.2.2.2/24 interface=loopback
[admin@MikroTik] >> routing ospf instance set 0 router-id=2.2.2.2

 

Router 3

[admin@MikroTik] >> interface bridge add name=loopback
[admin@MikroTik] >> ip address add address=3.3.3.3/24 interface=loopback
[admin@MikroTik] >> routing ospf instance set 0 router-id=3.3.3.3

 

Router 1

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=10.10.10.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=30.30.30.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.2.0/24 area=backbone

 

Router 2

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=10.10.10.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=20.20.20.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.2.0/24 area=backbone

 

Router 3

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=30.30.30.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=20.20.20.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.2.0/24 area=backbone

 

  • Cek Route pada Router

 

ADC=Active Dynamic Connected
ADo=Active Dynamic OSPF

 

Maka Routing OSPF sudah berjalan

 

  • Kesimpulan

Kekuatan utama dari OSPF adalah adanya sistem hirarki yang diterapkan dalam sistem are. Sehingga penyebaran informasi routing menjadi lebih teratur dan juga mudah untuk di troubleshooting. Ketika pertama kali mengkonfigurasinya, langkah pertama yang harus dilakukan oleh OSPF adalah membentuk komunikasi dengan router tetangganya. Tujuannya adalah agar informasi yang belum diketahui oleh router tersebut dapat diberi tahu oleh router tetangganya.

 

Sekian cara untuk mengkonfigurasi Routing OSPF pada MiroTik

Apa bila ada kesalahan mohon di maafkan šŸ™‚

Wassalamualaikum Wr wb

Konfigurasi routing RIP pada MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk melakukan Routing RIP

Sebelumnya apa sih Routing RIP itu?

Routing Information ProtocolĀ (RIP)Ā adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagaiĀ Interior Gateway ProtocolĀ (IGP). Protokol ini menggunakan algoritmaĀ Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path FirstĀ (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standarĀ RIPngĀ (RIPĀ Next Generation/ RIP generasi berikutnya)

 

  • Cara Kerja Routing RIP
  1. Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
  2. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
  3. Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
  4. Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
  5. Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
  6. Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung

 

  • Kelebihan
  1. Menggunakan metode Triggered Update.
  2. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
  3. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
  4. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.

 

  • Kekurangan
  1. Jumlah host Terbatas.
  2. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
  3. RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
  4. Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada.


  • Topologi

Buat Topologi seperti dibawah ini

 

  • Konfigurasi

Router 1

[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether2 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether4 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=10.10.10.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=30.30.30.0/24

[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=192.168.1.0/24

 

Router 2

[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether2 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether3 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=192.168.2.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=10.10.10.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=20.20.20.0/24

 

Router 3

[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether3 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether4 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=192.168.3.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=20.20.20.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=30.30.30.0/24

 

Jika Semua router telah di konfigurasi seperti di atas maka hasilnya akan menjadi seperti gambar di bawah ini

 

  • Kesimpulan

Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan routerrouter untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Yang salah satunya menggunakan RIP (Routing Information Protocol ),Merupakan IP routing dynamic untuk Ā Distance vector protocol ā€“ merawat daftar jarak tempuh ke network-network lain berdasarkan jumlah hop, yakni jumlah router yang harus lalui oleh paket-paket untuk mencapai address tujuan dan untuk RIP ini didalamnya mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

 

Sekian cara untuk mengkonfigurasi Routing RIP pada MiroTik

Apa bila ada kesalahan mohon di maafkan šŸ™‚

Wassalamualaikum Wr wb

 

 

Konfigurasi Routing Static MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk mengkonfigurasikan static routing

Sebelum itu apa sih Routing-Static itu? Routing Static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual.

  • Cara Kerja Static Routing

Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda.

  • Konfigurasi
  • Buatlah topologi sesuai gambar di bawah
  • Berikan IP pada Router MikroTik-1

MikroTik-1

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.3.1/24 interface=ether2

MikroTik-2

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.3.2/24 interface=ether2

  • Proses Routing Static

MikroTik-1

[admin@MikroTik] > ip route add dst-address=192.168.2.0/24 gateway=192.168.3.2

MikroTIk-2

[admin@MikroTik] > ip route add dst-address=192.168.1.0/24 gateway=192.168.3.1

Berikan Ip pada Client dan coba lakukan Ping antar Client-1 dengan Client -3

  • Keuntungan menggunakan Routing static
  1. Meringankan kinerja processor router
  2. Tidak ada bandwidth yang diguanakn untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket
  3. Routing statis lebih aman dibandingkan routing dinamis
  4. Routing Statis kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffik

 

  • Kerugian Menggunakan routing static
  1. Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan
  2. Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil
  3. Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual
  4. Rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan secara manual.

 

  • Kesimpulan

Suatu static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table dengan konfigurasi manual. Disisi lain, dynamic routing adalah suatu mekanisme routing di mana pertukaran routing table antar router yang ada pada jaringan dilakukan secara dynamic.

 

Sekian konfigurasi Routing Static dari saya apabila ada kesalahan mohon di maafkan šŸ™‚

Wassalamualaikum Wr wb