gns3

Konfigurasi Routing OSPF MikroTik (Single Area)

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk mengkonfigurasi Routing OSPF

sebelumnya apasih Routing OSPF itu?

OSPF (Open Shortest Path First) adalah sebuah routing protocol standart terbuka yang telah banyak diimplementasikan oleh sejumlah vendor telekomunikasi dunia. OSPF termasuk dalam kategori Interior Gateway Protocol yang hanya digunakan untuk kebutuhan routing antar router dalam internal vendor telekomunikasi.

OSPF memiliki sebuah Autonomous System (AS) yang berfungsi untuk mengelompokkan router-router yang akan berada dalam satu kendali dan satu strategi routing yang sama.

 

Kelebihan OSPF

  • Tidak menghasilkan routing loop
  • Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
  • Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
  • Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
  • Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat

 

Kekurangan OSPF

  • Membutuhkan basis data yang besar
  • Lebih rumit

 

  • Topologi

 

  • Konfigurasi

Router 1

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] >> ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether2
[admin@MikroTik] >> ip address add address=30.30.30.2/24 interface=ether4

 

Router 2

[admin@MikroTik] > ip address add address=172.16.1.1/24 interface=ether6
[admin@MikroTik] >> ip address add address=172.16.2.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] >> ip address add address=10.10.10.2/24 interface=ether2
[admin@MikroTik] >> ip address add address=20.20.20.1/24 interface=ether3

 

Router 3

[admin@MikroTik] > ip address add address=20.20.20.2/24 interface=ether3
[admin@MikroTik] >> ip address add address=30.30.30.1/24 interface=ether4
[admin@MikroTik] >> ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether1

 

Router 1

[admin@MikroTik] >> interface bridge add name=loopback
[admin@MikroTik] >> ip address add address=1.1.1.1/32 interface=loopback
[admin@MikroTik] >> routing ospf instance set 0 router-id=1.1.1.1

 

Router 2

[admin@MikroTik] >> interface bridge add name=loopback
[admin@MikroTik] >> ip address add address=2.2.2.2/24 interface=loopback
[admin@MikroTik] >> routing ospf instance set 0 router-id=2.2.2.2

 

Router 3

[admin@MikroTik] >> interface bridge add name=loopback
[admin@MikroTik] >> ip address add address=3.3.3.3/24 interface=loopback
[admin@MikroTik] >> routing ospf instance set 0 router-id=3.3.3.3

 

Router 1

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=10.10.10.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=30.30.30.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.2.0/24 area=backbone

 

Router 2

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=10.10.10.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=20.20.20.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.2.0/24 area=backbone

 

Router 3

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=30.30.30.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=20.20.20.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.2.0/24 area=backbone

 

  • Cek Route pada Router

 

ADC=Active Dynamic Connected
ADo=Active Dynamic OSPF

 

Maka Routing OSPF sudah berjalan

 

  • Kesimpulan

Kekuatan utama dari OSPF adalah adanya sistem hirarki yang diterapkan dalam sistem are. Sehingga penyebaran informasi routing menjadi lebih teratur dan juga mudah untuk di troubleshooting. Ketika pertama kali mengkonfigurasinya, langkah pertama yang harus dilakukan oleh OSPF adalah membentuk komunikasi dengan router tetangganya. Tujuannya adalah agar informasi yang belum diketahui oleh router tersebut dapat diberi tahu oleh router tetangganya.

 

Sekian cara untuk mengkonfigurasi Routing OSPF pada MiroTik

Apa bila ada kesalahan mohon di maafkan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb

Konfigurasi routing RIP pada MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk melakukan Routing RIP

Sebelumnya apa sih Routing RIP itu?

Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation/ RIP generasi berikutnya)

 

  • Cara Kerja Routing RIP
  1. Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
  2. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
  3. Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
  4. Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
  5. Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
  6. Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung

 

  • Kelebihan
  1. Menggunakan metode Triggered Update.
  2. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
  3. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
  4. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.

 

  • Kekurangan
  1. Jumlah host Terbatas.
  2. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
  3. RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
  4. Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada.


  • Topologi

Buat Topologi seperti dibawah ini

 

  • Konfigurasi

Router 1

[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether2 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether4 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=10.10.10.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=30.30.30.0/24

[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=192.168.1.0/24

 

Router 2

[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether2 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether3 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=192.168.2.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=10.10.10.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=20.20.20.0/24

 

Router 3

[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether3 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether4 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=192.168.3.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=20.20.20.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=30.30.30.0/24

 

Jika Semua router telah di konfigurasi seperti di atas maka hasilnya akan menjadi seperti gambar di bawah ini

 

  • Kesimpulan

Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan routerrouter untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Yang salah satunya menggunakan RIP (Routing Information Protocol ),Merupakan IP routing dynamic untuk  Distance vector protocol – merawat daftar jarak tempuh ke network-network lain berdasarkan jumlah hop, yakni jumlah router yang harus lalui oleh paket-paket untuk mencapai address tujuan dan untuk RIP ini didalamnya mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

 

Sekian cara untuk mengkonfigurasi Routing RIP pada MiroTik

Apa bila ada kesalahan mohon di maafkan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb

 

 

Konfigurasi Routing Static MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk mengkonfigurasikan static routing

Sebelum itu apa sih Routing-Static itu? Routing Static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual.

  • Cara Kerja Static Routing

Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda.

  • Konfigurasi
  • Buatlah topologi sesuai gambar di bawah
  • Berikan IP pada Router MikroTik-1

MikroTik-1

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.3.1/24 interface=ether2

MikroTik-2

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.3.2/24 interface=ether2

  • Proses Routing Static

MikroTik-1

[admin@MikroTik] > ip route add dst-address=192.168.2.0/24 gateway=192.168.3.2

MikroTIk-2

[admin@MikroTik] > ip route add dst-address=192.168.1.0/24 gateway=192.168.3.1

Berikan Ip pada Client dan coba lakukan Ping antar Client-1 dengan Client -3

  • Keuntungan menggunakan Routing static
  1. Meringankan kinerja processor router
  2. Tidak ada bandwidth yang diguanakn untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket
  3. Routing statis lebih aman dibandingkan routing dinamis
  4. Routing Statis kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffik

 

  • Kerugian Menggunakan routing static
  1. Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan
  2. Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil
  3. Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual
  4. Rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan secara manual.

 

  • Kesimpulan

Suatu static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table dengan konfigurasi manual. Disisi lain, dynamic routing adalah suatu mekanisme routing di mana pertukaran routing table antar router yang ada pada jaringan dilakukan secara dynamic.

 

Sekian konfigurasi Routing Static dari saya apabila ada kesalahan mohon di maafkan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb

 

 

Konfigurasi Bridge pada router MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara mengkonfigurasi bridge pada router Mikrotik

Sebelumnya apa sih bridge itu? Bridge adalah suatu alat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local area Network) dengan jaringan LAN yang lain. Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda (misalnya seperti Ethernet & Fast Ethernet), ataupun tipe jaringan yang serupa atau sama.

  • Fungsi Bridge

Adapun fungsi dari bridge diantaranya sebagai berikut di bawah ini:

  • Bridge dapat berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.
  • Bridge juga dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda.
  • Bridge juga dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal seperti ini sering dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”. Lalu bridge juga dapat men-copy frame data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan alasan jaringan itu masih terhubung. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.

 

  • Topologi

Buatlah topologi sesuai seperti yang dibawah

 

  • Konfigurasi

Pertama kita cek kedua router apakah sudah tersedia atau belum port bridge yang akan kita konfigurasi denagn perintah interface print, lalu cek juga interface bridge port print seperti gambar dibawah

Gambar diatas menunjukan bahwa belum ada konfigurasi bridge sama-sekali pada router MikroTik-1 dan Mikrotik-2

 

  • Selanjutnya kita akan memberikan port pada kedua router dengan pertintah:

 

[admin@MikroTik] > interface bridge add name=bridge1
[admin@MikroTik] > interface print

[admin@MikroTik] > interface bridge port add interface=ether1 bridge=bridge1
[admin@MikroTik] > interface bridge port add interface=ether2 bridge=bridge1

  • Selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi yang sama pada router MikroTik-2

  • Selanjutnya kita berikan IP pada Client agar kedua Pc bisa saling terhubung menggunakan IP dengan Segment yang sama seperti yang tercantum pada topologi

  • Selanjutnya kita akan mencoba test ping antara Client pc-1 dan pc-2 dan sebaliknya

  • Kesimpulan

Bridging pada Mikrotik merupakan suatu teknik untuk menggabungkan beberapa port ethernet yang terdapat pada router Mikrotik menjadi satu segmen. Dengan teknik bridging, maka setiap jaringan yang berbeda lokasi namun memiliki alamat jaringan yang sama (satu segmen) bisa terkoneksi, seperti halnya pada jaringan lokal.

 

Sekian konfigurasi Bridge dari saya apabila ada kesalahan mohon di maafkan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb

 

konfigurasi Dhcp-Relay

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara mengkonfigurasikan Dhcp-Relay

Sebelum itu apa sih Dhcp-Relay itu? DHCP-Relay merupakan sebuah metode untuk distribusi IP Address ke perangkat client dengan memanfaatkan DHCP server yang terpusat pada router lain.

  • Cara kerja DHCP Relay

  secara sederhana adalah mengarahkan paket DHCP Discover ke DHCP server yang terletak pada segmen yang berbeda, begitu DHCP server memberikan paket DHCP Offer, maka paket ini akan diteruskan oleh Switch ke PC yang bersangkutan dan PC akan membalas dengan paket DHCP request, dimana paket ini akan diteruskan oleh Switch ke DHCP Server

 

  • Konfigurasi
  • Buatlah Topologi seperti dibawah

 

Pertama kita bedakan dulu ke 2 Router Mikrotik,agar tidak bingung membedakan mana router 1 dan 2 alangkah baik nya kita rubah dulu identity router kita,setelah itu set ip dan buat ip pool,ip pool digunakan untuk range ip client yang mengakses dhcp relay kita.

 

  • Berikan Ip pada Router Dhcp-server

[admin@DHCP-Server] > system identity set name=Dhcp-Server

[admin@DHCP-Server] > ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether1

[admin@DHCP-Server] > ip pool add name=client ranges=192.168.1.2-192.168.1.254

[admin@DHCP-Server] > ip dhcp-server add name=server-1 interface=ether1 relay=192.168.1.1 address-pool=client disabled=no

[admin@DHCP-Server] > ip dhcp-server network add address 192.168.1.0/24 gateway=192.168.1.1 netmask=24 dns-server=8.8.8.8

Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi IP address dan service Dhcp-Relay

[admin@MikroTik] > system identity set name=Dhcp-Relay
[admin@Dhcp-Relay] > ip address add address=10.10.10.2/24 interface=ether1
[admin@Dhcp-Relay] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether2
[admin@Dhcp-Relay] > ip dhcp-relay add name=relay interface=ether2 dhcp-server=10.10.10.1 local-address=192.168.1.1 disabled=no

selanjutnya kita cek di VPCS/Client untuk mencoba Service Dhcp yg telah di konfigurasi dengan perintah:

PC> ip dhcp

PC> show Ip

  • Kesimpulan
  • DHCP (untuk Dynamic Host Configuration Protocol)  relay atau agen relay adalah Protokol Bootstrap yang relay DHCP pesan antara klien dan server untuk DHCP pada Jaringan IP yang berbeda. Ini bisa menjadi host atau router IP yang “mendengarkan” pesan klien DHCP disiarkan di subnet dan relai mereka ke server DHCP dikonfigurasi.

Sekian konfigurasi Dhcp-Relay dari saya apabila ada kesalahan mohon di maafkan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb

 

Konfigurasi DHCP-Server pada router MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk mengkonfigurasikan Dhcp-Server pada router MikroTik

Sebelum itu, apa sih pengertian dari Dhcp? DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol adalah sebuah layanan yang secara otomatis memberikan IP Address kepada komputer yang memintanya.

 

Cara kerja Dhcp-Server

DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk memberikan konfigurasi nomor IP. (Jika Client memiliki NIC lebih dari satu dan perlu no IP lebih dari satu maka proses DHCP dijalankan untuk setiap adaptor secara sendiri-sendiri)

1. IP Least Request
Client meminta nomor IP ke server (Broadcast mencari DHCP server).

2. IP Least Offer
DHCP server (bisa satu atau lebih server jika memang ada 2 atau lebih DHCP server) yang mempunyai nomor IP, memberikan penawaran ke client
tersebut.

3. IP Lease Selection
Client memilih penawaran DHCP Server yang pertama diterima dan kembali melakukan broadcast dengan message menyetujui peminjaman tersebut kepada DHCP Server

4. IP Lease Acknowledge
DHCP Server yang menang memberikan jawaban atas pesan tersebut berupa konfirmasi nomor IP dan informasi lain kepada Client dengan sebuah ACKnowledgment. Kemudian client melakukan inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP tersebut dan client dapat bekerja pada jaringan tersebut. Sedangkan DHCP Server yang lain menarik tawarannya kembali.

 

-Fitur yang Ditawarkan Oleh DHCP (Jenis Alokasi DHCP)

 DHCP server mengenal tiga macam jenis alokasi, yaitu:

  1. Manual Allocation : Dimana administrator server membuat konfigurasi pada server yang mencatat MAC address dari setiap komputer dan untuk setiap MAC address tersebut sudah ditentukan masing-masing IP address-nya.
  2. Automatic Allocation : Dimana administrator server membuat konfigurasi pada server yang mana hanya mengandung IP address yang nantinya akan diberikan kepada komputer client. Sekali suatu alamat IP terasosiasi dengan suatu MAC address pada komputer, maka ia akan secara permanen diasosiasikan dengan MAC address tersebut sampai administrator server merubahnya secara manual.
  3. Dynamic Allocation : Hal ini sama halnya seperti automatic allocation, tetapi server akan mencatat status peminjaman IP address (leases) dan akan memberikan alamat IP yang lease-nya sudah expire kepada client DHCP atau komputer yang lainnya.

 

-Manfaat Dari Layanan DHCP

  • Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
  • Memudahkan seorang administrator jaringan dalam memberikan nomor ip address secara otomatis di komputer dalam jaringan tanpa harus mengisi secara manual.
  • Menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
  • Didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks.
  • Memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
  • Memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
  • Memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client, seperti DNS Server & Default Gateway.
  • Mencegah terjadinya IP Conflict

 

Kerugian Dari Layanan DHCP

  • Semua pemberian nomor IP Address bergantung pada Server, Jadi jika server mati / off maka semua komputer client akan terkena dampaknya juga seperti disconect dan tidak saling terhubung.
  • Tidak adanya otorasi ( pembuktian keaslian ). Selama komunikasi antara DHCP sever dan DHCP klien. Sehingga DHCP server tidak mengetahui jika ada DHCP klien yang tidak sah didalam jaringan. Juga DHCP klien tidak mengetahui ada DHCP server yang tidak sah didalam jaringan. Jadi kemungkinan ada komputer Dhcp-server dan klien palsu ( yang tidak termasuk dalam jaringan yang dibuat ).

 

-Topologi

1.Siapkan Topologi seperti yang bawahHidupkan semuanya

2.Klik tombol start jika topologi sudah dibuat

3.Klik tombol console >_

4. Login pada RouterOS, lalu beri IP Address sesuai dengan Topologi

[admin@MikroTik] > ip add add address=192.168.10.6/29 interface=ether1 Untuk memberikan IP Address 192.168.10.6 Netmask 255.255.255.248 pada Interface Ethernet1
[admin@MikroTik] > ip add pr Untuk melihat daftar IP Address pada RouterOS

5. Untuk konfigurasi DHCP Server, masukkan perintah berikut

Dhcp-server

6.Cek pada PC-1 apakah bisa mendapatkan IP DHCP. masukkan perintah berikutPC-1> ip dhcpUntuk meminta IP DHCP dari DHCP Server7. Apabila DHCP Client sudah mendapatkan IP Address dari DHCP Server, maka konfigurasi DHCP Server telah berhasil. Mudah bukan ?-Kesimpulan dari Dhcp-Server

  • DHCP server, membantu para administrator jaringan untuk memberikan IP address secara dinamis kepada komputer-komputer client yang terhubung.
  • Pada konfigurasi DHCP server dapat dilakukan pengaturan sekaligus mengenai range IP yang dapat diberikan kepada komputer client, default gateway serta subnet masknya.
  • Karena range IP yang dimiliki DHCP server terbatas, maka terdapat periode waktu yang disebut leased period. Client dapat memperbarui permintaannya jika masih membutuhkan IP address. Jika client tidak memperbarui permintaanya, maka IP address dikembalikan kepada DHCP server dan diberikan kepada komputer IP yang membutuhkan.

Sekian konfigurasi Dhcp-server dari saya apabila ada kesalahan mohon di maafkan :)Wassalamualaikum Wr wb