Author: CyberLinux

Konfigurasi Routing OSPF MikroTik (Single Area)

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk mengkonfigurasi Routing OSPF

sebelumnya apasih Routing OSPF itu?

OSPF (Open Shortest Path First) adalah sebuah routing protocol standart terbuka yang telah banyak diimplementasikan oleh sejumlah vendor telekomunikasi dunia. OSPF termasuk dalam kategori Interior Gateway Protocol yang hanya digunakan untuk kebutuhan routing antar router dalam internal vendor telekomunikasi.

OSPF memiliki sebuah Autonomous System (AS) yang berfungsi untuk mengelompokkan router-router yang akan berada dalam satu kendali dan satu strategi routing yang sama.

 

Kelebihan OSPF

  • Tidak menghasilkan routing loop
  • Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
  • Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
  • Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
  • Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat

 

Kekurangan OSPF

  • Membutuhkan basis data yang besar
  • Lebih rumit

 

  • Topologi

 

  • Konfigurasi

Router 1

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] >> ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether2
[admin@MikroTik] >> ip address add address=30.30.30.2/24 interface=ether4

 

Router 2

[admin@MikroTik] > ip address add address=172.16.1.1/24 interface=ether6
[admin@MikroTik] >> ip address add address=172.16.2.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] >> ip address add address=10.10.10.2/24 interface=ether2
[admin@MikroTik] >> ip address add address=20.20.20.1/24 interface=ether3

 

Router 3

[admin@MikroTik] > ip address add address=20.20.20.2/24 interface=ether3
[admin@MikroTik] >> ip address add address=30.30.30.1/24 interface=ether4
[admin@MikroTik] >> ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether1

 

Router 1

[admin@MikroTik] >> interface bridge add name=loopback
[admin@MikroTik] >> ip address add address=1.1.1.1/32 interface=loopback
[admin@MikroTik] >> routing ospf instance set 0 router-id=1.1.1.1

 

Router 2

[admin@MikroTik] >> interface bridge add name=loopback
[admin@MikroTik] >> ip address add address=2.2.2.2/24 interface=loopback
[admin@MikroTik] >> routing ospf instance set 0 router-id=2.2.2.2

 

Router 3

[admin@MikroTik] >> interface bridge add name=loopback
[admin@MikroTik] >> ip address add address=3.3.3.3/24 interface=loopback
[admin@MikroTik] >> routing ospf instance set 0 router-id=3.3.3.3

 

Router 1

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=10.10.10.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=30.30.30.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.2.0/24 area=backbone

 

Router 2

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=10.10.10.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=20.20.20.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.2.0/24 area=backbone

 

Router 3

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=30.30.30.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=20.20.20.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.2.0/24 area=backbone

 

  • Cek Route pada Router

 

ADC=Active Dynamic Connected
ADo=Active Dynamic OSPF

 

Maka Routing OSPF sudah berjalan

 

  • Kesimpulan

Kekuatan utama dari OSPF adalah adanya sistem hirarki yang diterapkan dalam sistem are. Sehingga penyebaran informasi routing menjadi lebih teratur dan juga mudah untuk di troubleshooting. Ketika pertama kali mengkonfigurasinya, langkah pertama yang harus dilakukan oleh OSPF adalah membentuk komunikasi dengan router tetangganya. Tujuannya adalah agar informasi yang belum diketahui oleh router tersebut dapat diberi tahu oleh router tetangganya.

 

Sekian cara untuk mengkonfigurasi Routing OSPF pada MiroTik

Apa bila ada kesalahan mohon di maafkan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb

Cara Menghubungkan MikroTik Dengan Internet

Assalamualaikum Wr wb

kali ini saya saya akan menunjukan cara untuk mengkonfigurasi Mikrotik Dengan Internet

  • Pertama siapkan terlebih dahulu Routerboard

 

 

Lalu Berikan Ip pada ether 2 untuk jaringan Lokal yg akan diberikan Internet

Setelah Diberikan IP lalu Kita konfigurasi kan Dhcp-client yg mengarah ke Ether 1

Mengapa harus Ether1? karna ether 1 adalah jalur yg akan menerima Internet dari ISP

 

 

 

Setelah mengkonfigurasi IP Dhcp-Client lalu konfigurasikan Firewall NAT

Lalu Konfigurasikan Dhcp-Server agar memudahkan Client untuk mendapatkan IP secara otomatis / Dynamic

 

 

Maka ganti Ip pada PC menjadi Dhcp maka Dhcp akan didapatkan dan koneksi internet akan didapatkan

 

Sekian Cara untuk menghubungkan Mikrotik Dengan Internet dari saya

mohon maaf bila ada kesalahan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb

 

Konfigurasi routing RIP pada MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk melakukan Routing RIP

Sebelumnya apa sih Routing RIP itu?

Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation/ RIP generasi berikutnya)

 

  • Cara Kerja Routing RIP
  1. Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
  2. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
  3. Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
  4. Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
  5. Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
  6. Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung

 

  • Kelebihan
  1. Menggunakan metode Triggered Update.
  2. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
  3. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
  4. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.

 

  • Kekurangan
  1. Jumlah host Terbatas.
  2. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
  3. RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
  4. Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada.


  • Topologi

Buat Topologi seperti dibawah ini

 

  • Konfigurasi

Router 1

[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether2 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether4 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=10.10.10.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=30.30.30.0/24

[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=192.168.1.0/24

 

Router 2

[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether2 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether3 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=192.168.2.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=10.10.10.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=20.20.20.0/24

 

Router 3

[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether3 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether4 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=192.168.3.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=20.20.20.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=30.30.30.0/24

 

Jika Semua router telah di konfigurasi seperti di atas maka hasilnya akan menjadi seperti gambar di bawah ini

 

  • Kesimpulan

Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan routerrouter untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Yang salah satunya menggunakan RIP (Routing Information Protocol ),Merupakan IP routing dynamic untuk  Distance vector protocol – merawat daftar jarak tempuh ke network-network lain berdasarkan jumlah hop, yakni jumlah router yang harus lalui oleh paket-paket untuk mencapai address tujuan dan untuk RIP ini didalamnya mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

 

Sekian cara untuk mengkonfigurasi Routing RIP pada MiroTik

Apa bila ada kesalahan mohon di maafkan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb

 

 

Cara Untuk Menambah User Dan Menghapus User Admin MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

 

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk membuat User dan Menghapus user Admin pada router MikroTik

Sebelumnya ada 3 Group yg dapat mengakses MikroTik

  1. Full
  2. Write
  3. Read

 

  • Pengertian

 

  • Full
    User dengan group ini dapat melakukan semua konfigurasi pada router dan bisa di katakan group ini di sebut Administrator

 

  • Write
    User dengan group ini sama seperti Group Full perbedaannya untuk jenis group ini tidak dapat menambahkan user login baru dan melakukan reset configuration pada router

 

  •  Read
    User dengan group ini di berikan fasilitas hanya dapat melihat isi konfigurasi saja tanpa bisa melakukan apa-apa

 

  • Konfigurasi

 

Sebelumnya siapkan terlebih dahulu RouterOs yg sudah di install

Pertama kita buat User Full terlebih dahulu dengan Perintah :

[admin@MikroTik] > User add name=Alinux Password=123 group=full

Maka user Full sudah terbuat selanjutnya saya akan membuat user Write dengan perintah :

[admin@MikroTik] > User add name=CyberLinux password=123 group=write

User Write Sudah terbuat selanjutnya kita akan membuat User Read dengan perintah :

[admin@MikroTik] > User add name=TP password=123 group=read

 

  • selanjutnya kita akan menghapus user admin dengan perintah :

 

[admin@MikroTik] > User remove admin

Kenapa user admin harus di delete / disabled?

Sudah bukan rahasia lagi kalau Router Mikrotik mempunyai Username dan Password bawaan pabrik yaitu Username : Admin, dan Password : (blank). Sebaiknya Username Password default tersebut kita disable, dihapus atau kita ubah, agar tidak digunakan orang lain. Untuk menghapus dan melakukan disable User Default silakan buat terlebih dahulu User yang memiliki hak akses (group) Full.

 

Sekian cara untuk menambah user dan menghapus user admin pada router MikroTik

 

apabila ada kesalahan mohon dimaafkan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb

4 Cara Untuk Mengakses Router MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk melakukan cara mengakses MikroTik dengan 4 cara…

Sebelumnya apa aja sih 4 service yg dapat di gunakan untuk mengakses?

  1. Winbox
  2. Ssh
  3. Telnet
  4. Webfig

 

  • Konfigurasi

 

  • Winbox

Winbox adalah Sebuah software untuk mengkonfigurasi router Mikrotik. cara kerja software ini yaitu mengubah tampilan RouterOS yang tadinya CLI menjadi GUI dan Winbox dapat melihat router Mikrotik pada network yg sama. Winbox merupakan aplikasi berbasis windows tetapi dapat dijalankan pula pada linux dengan menggunakan wine. Ukuran aplikasi ini hanya sekitar 1mb dan bisa di download disini. Ini adalah tahap tahap menggunakan Winbox. Aplikasi ini punya 2 cara yaitu dengan Mac address dan Ip address.

 

  • Pertama adalah siapkan RouterOs yang suadah di install

  • Buka Applikasi Winbox

NP: Masuk Dengan Mac Address…Karena apabila masuk menggunakan Ip terkadang tidak bisa masuk ke dalam Konfigurasi Winbox

  • Langsung Saja Klik Connect maka tampilan akan berubah seperti gambar di bawah

NP:Disini Akses melalui Winbox sudah selesai maka kita akan lanjut ke Ssh

 

  • Ssh

Ssh adalah sebuah protokol jaringan kriptografi untuk komunikasi data yang aman, login antarmuka baris perintah, perintah eksekusi jarak jauh, dan layanan jaringan lainnya antara dua jaringan komputer.

 

  • Pertama kita siapkan aplikasi PuTTY terlebih dahulu

 

NP : Sebelum Menggunakan ssh alangkah baiknya berikan IP terlebih dahulu

Contoh :192.168.1.1 port 22

 

  • Klik Open maka tampilan akan berubah seperti gambar di bawah

NP : Oke disini proses Ssh sudah selesai

 

  • Telnet

Telnet adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan pada Internet atau Local Area Network untuk menyediakan fasilitas komunikasi berbasis teks interaksi dua arah yang menggunakan koneksi virtual terminal.

 

  • Pertama siapkan dulu aplikasi PuTTY

 

  • Klik Open maka tampilan akan berubah seperti gambar di bawah

NP : Oke disini proses Telnet sudah selesai

 

  • Webfig

WebFig adalah tools/utility untuk meng-konfigurasi Mikrotik Router via Web browser. WebFig dapat diakses langsung dari router dan tidak memerlukan software atau aplikasi tambahan [kecuali browser].

 

  • Buka browser disini saya akan menggunakan Google Dan Masukan Ip Router Yg sudah diberikan

NP : Jika Tidak bisa terhubung ke webfig coba untuk mengatur Adapter Virtual yg di gunakan sebagai interface Router

 

Sekian 4 cara untuk mengakses Router MikroTik dari saya apabila ada kesalahan mohon di maafkan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb

Konfigurasi Routing Static MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk mengkonfigurasikan static routing

Sebelum itu apa sih Routing-Static itu? Routing Static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual.

  • Cara Kerja Static Routing

Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda.

  • Konfigurasi
  • Buatlah topologi sesuai gambar di bawah
  • Berikan IP pada Router MikroTik-1

MikroTik-1

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.3.1/24 interface=ether2

MikroTik-2

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.3.2/24 interface=ether2

  • Proses Routing Static

MikroTik-1

[admin@MikroTik] > ip route add dst-address=192.168.2.0/24 gateway=192.168.3.2

MikroTIk-2

[admin@MikroTik] > ip route add dst-address=192.168.1.0/24 gateway=192.168.3.1

Berikan Ip pada Client dan coba lakukan Ping antar Client-1 dengan Client -3

  • Keuntungan menggunakan Routing static
  1. Meringankan kinerja processor router
  2. Tidak ada bandwidth yang diguanakn untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket
  3. Routing statis lebih aman dibandingkan routing dinamis
  4. Routing Statis kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffik

 

  • Kerugian Menggunakan routing static
  1. Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan
  2. Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil
  3. Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual
  4. Rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan secara manual.

 

  • Kesimpulan

Suatu static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table dengan konfigurasi manual. Disisi lain, dynamic routing adalah suatu mekanisme routing di mana pertukaran routing table antar router yang ada pada jaringan dilakukan secara dynamic.

 

Sekian konfigurasi Routing Static dari saya apabila ada kesalahan mohon di maafkan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb

 

 

Konfigurasi Bridge pada router MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara mengkonfigurasi bridge pada router Mikrotik

Sebelumnya apa sih bridge itu? Bridge adalah suatu alat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local area Network) dengan jaringan LAN yang lain. Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda (misalnya seperti Ethernet & Fast Ethernet), ataupun tipe jaringan yang serupa atau sama.

  • Fungsi Bridge

Adapun fungsi dari bridge diantaranya sebagai berikut di bawah ini:

  • Bridge dapat berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.
  • Bridge juga dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda.
  • Bridge juga dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal seperti ini sering dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”. Lalu bridge juga dapat men-copy frame data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan alasan jaringan itu masih terhubung. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.

 

  • Topologi

Buatlah topologi sesuai seperti yang dibawah

 

  • Konfigurasi

Pertama kita cek kedua router apakah sudah tersedia atau belum port bridge yang akan kita konfigurasi denagn perintah interface print, lalu cek juga interface bridge port print seperti gambar dibawah

Gambar diatas menunjukan bahwa belum ada konfigurasi bridge sama-sekali pada router MikroTik-1 dan Mikrotik-2

 

  • Selanjutnya kita akan memberikan port pada kedua router dengan pertintah:

 

[admin@MikroTik] > interface bridge add name=bridge1
[admin@MikroTik] > interface print

[admin@MikroTik] > interface bridge port add interface=ether1 bridge=bridge1
[admin@MikroTik] > interface bridge port add interface=ether2 bridge=bridge1

  • Selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi yang sama pada router MikroTik-2

  • Selanjutnya kita berikan IP pada Client agar kedua Pc bisa saling terhubung menggunakan IP dengan Segment yang sama seperti yang tercantum pada topologi

  • Selanjutnya kita akan mencoba test ping antara Client pc-1 dan pc-2 dan sebaliknya

  • Kesimpulan

Bridging pada Mikrotik merupakan suatu teknik untuk menggabungkan beberapa port ethernet yang terdapat pada router Mikrotik menjadi satu segmen. Dengan teknik bridging, maka setiap jaringan yang berbeda lokasi namun memiliki alamat jaringan yang sama (satu segmen) bisa terkoneksi, seperti halnya pada jaringan lokal.

 

Sekian konfigurasi Bridge dari saya apabila ada kesalahan mohon di maafkan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb

 

konfigurasi Dhcp-Relay

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara mengkonfigurasikan Dhcp-Relay

Sebelum itu apa sih Dhcp-Relay itu? DHCP-Relay merupakan sebuah metode untuk distribusi IP Address ke perangkat client dengan memanfaatkan DHCP server yang terpusat pada router lain.

  • Cara kerja DHCP Relay

  secara sederhana adalah mengarahkan paket DHCP Discover ke DHCP server yang terletak pada segmen yang berbeda, begitu DHCP server memberikan paket DHCP Offer, maka paket ini akan diteruskan oleh Switch ke PC yang bersangkutan dan PC akan membalas dengan paket DHCP request, dimana paket ini akan diteruskan oleh Switch ke DHCP Server

 

  • Konfigurasi
  • Buatlah Topologi seperti dibawah

 

Pertama kita bedakan dulu ke 2 Router Mikrotik,agar tidak bingung membedakan mana router 1 dan 2 alangkah baik nya kita rubah dulu identity router kita,setelah itu set ip dan buat ip pool,ip pool digunakan untuk range ip client yang mengakses dhcp relay kita.

 

  • Berikan Ip pada Router Dhcp-server

[admin@DHCP-Server] > system identity set name=Dhcp-Server

[admin@DHCP-Server] > ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether1

[admin@DHCP-Server] > ip pool add name=client ranges=192.168.1.2-192.168.1.254

[admin@DHCP-Server] > ip dhcp-server add name=server-1 interface=ether1 relay=192.168.1.1 address-pool=client disabled=no

[admin@DHCP-Server] > ip dhcp-server network add address 192.168.1.0/24 gateway=192.168.1.1 netmask=24 dns-server=8.8.8.8

Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi IP address dan service Dhcp-Relay

[admin@MikroTik] > system identity set name=Dhcp-Relay
[admin@Dhcp-Relay] > ip address add address=10.10.10.2/24 interface=ether1
[admin@Dhcp-Relay] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether2
[admin@Dhcp-Relay] > ip dhcp-relay add name=relay interface=ether2 dhcp-server=10.10.10.1 local-address=192.168.1.1 disabled=no

selanjutnya kita cek di VPCS/Client untuk mencoba Service Dhcp yg telah di konfigurasi dengan perintah:

PC> ip dhcp

PC> show Ip

  • Kesimpulan
  • DHCP (untuk Dynamic Host Configuration Protocol)  relay atau agen relay adalah Protokol Bootstrap yang relay DHCP pesan antara klien dan server untuk DHCP pada Jaringan IP yang berbeda. Ini bisa menjadi host atau router IP yang “mendengarkan” pesan klien DHCP disiarkan di subnet dan relai mereka ke server DHCP dikonfigurasi.

Sekian konfigurasi Dhcp-Relay dari saya apabila ada kesalahan mohon di maafkan 🙂

Wassalamualaikum Wr wb