Month: Februari 2019

Konfigurasi Routing OSPF MikroTik (Single Area)

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk mengkonfigurasi Routing OSPF

sebelumnya apasih Routing OSPF itu?

OSPF (Open Shortest Path First) adalah sebuah routing protocol standart terbuka yang telah banyak diimplementasikan oleh sejumlah vendor telekomunikasi dunia. OSPF termasuk dalam kategori Interior Gateway Protocol yang hanya digunakan untuk kebutuhan routing antar router dalam internal vendor telekomunikasi.

OSPF memiliki sebuah Autonomous System (AS) yang berfungsi untuk mengelompokkan router-router yang akan berada dalam satu kendali dan satu strategi routing yang sama.

 

Kelebihan OSPF

  • Tidak menghasilkan routing loop
  • Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
  • Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
  • Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
  • Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat

 

Kekurangan OSPF

  • Membutuhkan basis data yang besar
  • Lebih rumit

 

  • Topologi

 

  • Konfigurasi

Router 1

[admin@MikroTik] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] >> ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether2
[admin@MikroTik] >> ip address add address=30.30.30.2/24 interface=ether4

 

Router 2

[admin@MikroTik] > ip address add address=172.16.1.1/24 interface=ether6
[admin@MikroTik] >> ip address add address=172.16.2.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] >> ip address add address=10.10.10.2/24 interface=ether2
[admin@MikroTik] >> ip address add address=20.20.20.1/24 interface=ether3

 

Router 3

[admin@MikroTik] > ip address add address=20.20.20.2/24 interface=ether3
[admin@MikroTik] >> ip address add address=30.30.30.1/24 interface=ether4
[admin@MikroTik] >> ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether1

 

Router 1

[admin@MikroTik] >> interface bridge add name=loopback
[admin@MikroTik] >> ip address add address=1.1.1.1/32 interface=loopback
[admin@MikroTik] >> routing ospf instance set 0 router-id=1.1.1.1

 

Router 2

[admin@MikroTik] >> interface bridge add name=loopback
[admin@MikroTik] >> ip address add address=2.2.2.2/24 interface=loopback
[admin@MikroTik] >> routing ospf instance set 0 router-id=2.2.2.2

 

Router 3

[admin@MikroTik] >> interface bridge add name=loopback
[admin@MikroTik] >> ip address add address=3.3.3.3/24 interface=loopback
[admin@MikroTik] >> routing ospf instance set 0 router-id=3.3.3.3

 

Router 1

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=10.10.10.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=30.30.30.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.2.0/24 area=backbone

 

Router 2

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=10.10.10.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=20.20.20.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.2.0/24 area=backbone

 

Router 3

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=30.30.30.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=20.20.20.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone

[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.1.0/24 area=backbone
[admin@MikroTik] >> routing ospf network add network=172.16.2.0/24 area=backbone

 

  • Cek Route pada Router

 

ADC=Active Dynamic Connected
ADo=Active Dynamic OSPF

 

Maka Routing OSPF sudah berjalan

 

  • Kesimpulan

Kekuatan utama dari OSPF adalah adanya sistem hirarki yang diterapkan dalam sistem are. Sehingga penyebaran informasi routing menjadi lebih teratur dan juga mudah untuk di troubleshooting. Ketika pertama kali mengkonfigurasinya, langkah pertama yang harus dilakukan oleh OSPF adalah membentuk komunikasi dengan router tetangganya. Tujuannya adalah agar informasi yang belum diketahui oleh router tersebut dapat diberi tahu oleh router tetangganya.

 

Sekian cara untuk mengkonfigurasi Routing OSPF pada MiroTik

Apa bila ada kesalahan mohon di maafkan šŸ™‚

Wassalamualaikum Wr wb

Cara Menghubungkan MikroTik Dengan Internet

Assalamualaikum Wr wb

kali ini saya saya akan menunjukan cara untuk mengkonfigurasi Mikrotik Dengan Internet

  • Pertama siapkan terlebih dahulu Routerboard

 

 

Lalu Berikan Ip pada ether 2 untuk jaringan Lokal yg akan diberikan Internet

Setelah Diberikan IP lalu Kita konfigurasi kan Dhcp-client yg mengarah ke Ether 1

Mengapa harus Ether1? karna ether 1 adalah jalur yg akan menerima Internet dari ISP

 

 

 

Setelah mengkonfigurasi IP Dhcp-Client lalu konfigurasikan Firewall NAT

Lalu Konfigurasikan Dhcp-Server agar memudahkan Client untuk mendapatkan IP secara otomatis / Dynamic

 

 

Maka ganti Ip pada PC menjadi Dhcp maka Dhcp akan didapatkan dan koneksi internet akan didapatkan

 

Sekian Cara untuk menghubungkan Mikrotik Dengan Internet dari saya

mohon maaf bila ada kesalahan šŸ™‚

Wassalamualaikum Wr wb

 

Konfigurasi routing RIP pada MikroTik

Assalamualaikum Wr wb

Kali ini saya akan menunjukan cara untuk melakukan Routing RIP

Sebelumnya apa sih Routing RIP itu?

Routing Information ProtocolĀ (RIP)Ā adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagaiĀ Interior Gateway ProtocolĀ (IGP). Protokol ini menggunakan algoritmaĀ Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path FirstĀ (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standarĀ RIPngĀ (RIPĀ Next Generation/ RIP generasi berikutnya)

 

  • Cara Kerja Routing RIP
  1. Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
  2. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
  3. Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
  4. Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
  5. Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
  6. Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung

 

  • Kelebihan
  1. Menggunakan metode Triggered Update.
  2. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
  3. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
  4. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.

 

  • Kekurangan
  1. Jumlah host Terbatas.
  2. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
  3. RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
  4. Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada.


  • Topologi

Buat Topologi seperti dibawah ini

 

  • Konfigurasi

Router 1

[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether2 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether4 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=10.10.10.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=30.30.30.0/24

[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=192.168.1.0/24

 

Router 2

[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether2 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether3 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=192.168.2.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=10.10.10.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=20.20.20.0/24

 

Router 3

[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether3 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip interface add interface=ether4 send=v1 receive=v1
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=192.168.3.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=20.20.20.0/24
[admin@MikroTik] >> routing rip network add network=30.30.30.0/24

 

Jika Semua router telah di konfigurasi seperti di atas maka hasilnya akan menjadi seperti gambar di bawah ini

 

  • Kesimpulan

Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan routerrouter untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Yang salah satunya menggunakan RIP (Routing Information Protocol ),Merupakan IP routing dynamic untuk Ā Distance vector protocol ā€“ merawat daftar jarak tempuh ke network-network lain berdasarkan jumlah hop, yakni jumlah router yang harus lalui oleh paket-paket untuk mencapai address tujuan dan untuk RIP ini didalamnya mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

 

Sekian cara untuk mengkonfigurasi Routing RIP pada MiroTik

Apa bila ada kesalahan mohon di maafkan šŸ™‚

Wassalamualaikum Wr wb